Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

Karena Ada Hitam Maka Ada Putih


"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka dan benar- benar Allah mangetahui orang-orang yang benar dan mengetahui pula orang- orang yang dusta." (QS Al Ankabut 29 : 2-3)

Apa yang terbayang dalam pikiran anda ketika mendengar kata musibah atau cobaan? Mungkin mayoritas akan menjawab pedih, suram, kesal, emosi tinggi, gelap, dan lainnya.  Pada dasarnya memang tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang ingin ditimpakan musibah. Pengennya selalu dapat anugerah, harta banyak, suami cakep, istri cantik, rumah mewah, mobil automatic. Pengennya selalu yang manis, jangan asem apalagi pahit. Pengennya berhasil, jangan gagal apalagi buntu. Tapi.. Jangan harap 'pengen-pengen' yang saya tulis tadi selalu terwujud dalam hidup kita. Because life is never flat bro and sis...
“(Allah Subhanahu Wa Ta’ala) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalannya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Kita tidak akan pernah tau dibalik sisi gambar burung garuda pada uang logam seratus rupiah ada gambar burung kakaktua raja jika kita tidak melihat sisi lainnya. Handphone jika kita lihat dari bagian depannya hanya ada layar dan keypad. Kita tidak tau apakah handphone tersebut mempunyai kamera atau tidak. Tapi kita akan tau jika kita melihat bagian belakang handphone tersebut. Sama seperti ketika kita mendapatkan musibah atau cobaan. Pernahkah kita melihat musibah dari perspektif yang lain? Kebanyakan dari kita hanya melihat musibah dari satu sisi, yaitu sisi negatif!

“Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya cobaan (musibah), dan sesungguhnya apabila Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberikan cobaan kepada mereka, maka barangsiapa ridha, maka baginya keridhaan dari (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) dan barangsiapa yang benci, maka baginya kebencian dari (Allah Subhanahu Wa Ta’ala).” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allah memberikan apapun kepada kita ya suka - suka Allah. Kita tidak bisa protes, kita tidak bisa menghindar. Yang hanya bisa kita lakukan adalah menghadapi dan menjalaninya. Pernahkah kita berpikir sejenak, merenungkan dari apapun yang telah diberikan Allah kepada kita? Baik itu anugerah, rezeki, maupun musibah. Ternyata semuanya seperti uang logam yang memiliki dua sisi atau seperti handphone, ada bagian depan, ada bagian belakang. Oke kita akan berfokus bagaimana kita menyikapi suatu musibah atau cobaan.

"Jika mereka ditimpa musibah, mereka berkata sesungguhnya kami ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya" (QS Al Baqoroh : 165)

Musibah akan menguatkan diri kita. Tanamkan kata - kata tersebut dalam diri kita masing - masing. Inilah perspektif yang jarang kita lihat ketika mendapatkan musibah.  Mengapa? Ketahuilah bahwa tidak ada musibah yang Allah timpakan kepada hamba - Nya, melainkan Allah telah menakar kadar musibah tersebut sesuai dengan kadar kemampuan hamba - Nya. Anggaplah setiap musibah itu sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit di diri kita. Penyakit sombong karena harta berlimpah, diberikanlah obatnya harta tersebut dicuri maling.

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa penyakit, cobaan, kesusahan, kecemasan, dan kesedihan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghapuskan dosa-dosanya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Ditimpa musibah juga merupakan cara lain dari Allah mengungkapkan rasa sayang kepada hamba - Nya. Ada kesalahan atau dosa yang hanya bisa diampuni dengan cara "ditebus" musibah. Bersyukurlah... Dengan begitu terhapuslah dosa kita. Coba kalau tidak ditimpakan musibah? Tidak akan hilang - hilang dosa itu, bahkan cenderung bertambah. Jadi marilah kita melihat segala sesuatu dari berbagai cara pandang. Stop melihat dari sisi negatif, alihkan ke sisi positif. Yakinlah hanya dengan musibah kita akan menjadi kuat dan menambah kapasitas kesabaran dalam diri kita. Jika kita bisa menghadapi dan melaluinya, hanya ridho Allah - lah yang akan kita petik. Dan sebagai penutup, inilah janji Allah... Inilah perkataan Allah... Yang pasti, tidak dusta dan benar adanya. Sebuah ayat motivasi untuk diri kita...

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (QS : Al Baqoroh 2 : 286)

Kalau Kamu

Oleh : Cahyadi Takariawan
 
 
 
Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah. 
Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah. 
Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah. 
 
Kalau matamu basah, segera tilawah. 
Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah. 
Kalau hatimu patah, teruslah tilawah. 
Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah. 
 
Kalau kamu merasa gagal, jangan lupakan tilawah. 
Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah. 
Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah. 
Kalau kamu tabah, seringlah tilawah. 
 
Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah. 
Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah. 
Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah. 
Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah. 
 
Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah. 
Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah. 
Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah. 
Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah. 
 
Kalau ingin mengunjungi Ka’bah, lantunkan tilawah. 
Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah. 
Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah. 
Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah. 
 
Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah. 
 
*mari, 1 juz per hari itu sama sekali tidak susah... :)
 
Marhaban yaa Ramadhan

Kufur Nikmat

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS 55 : 13)
 
Tentunya ayat diatas sudah tidak asing lagi bagi kita semua umat Islam. Yap, inilah salah satu ayat yang diulang berkali - kali (berapa kali ya diulangnya? coba hitung deh) dalam Surah Ar - Rahman. Ayat ini saya tafsirkan sebagai suatu sindiran dari Allah kepada hamba-hamba-Nya. Terutama bagi hamba-hamba-Nya yang tidak mensyukuri nikmat (kufur nikmat) dari apa yang telah diberikan oleh-Nya. Pernahkah kita menghitung berapa banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita? Jikalau kita hitung, pastinya kita tak akan sanggup juga menghitungnya. Karena begitu banyak nikmat yang telah Ia berikan kepada kita (dari yang kita anggap hal kecil sekalipun) seperti bernafas dan sehat hingga (yang kita anggap besar) seperti harta dan jabatan. Tetapi mengapa kita masih sering lupa atau bahkan tidak mensyukuri nikmat - nikmat tersebut?
 
Saya termasuk salah satu hamba-Nya yang sering kufur nikmat (Ampunilah hamba Yaa Allah). Begitu mudah sekali saya "cuek" atas setiap nikmat yang Ia beri. Sekalipun nikmat itu besar, saya tetap "biasa" saja menerimanya. Bahkan terkadang malah lupa bersyukur (astaghfirullahal 'adzhim). Tetapi begitu nikmat tersebut dicabut, saya pun bagaikan layangan yang limbung di langit. Bingung, sedih, hampa. Namun sepertinya itulah cara Allah untuk menunjukkan kasih sayang-Nya kepada saya. Begitulah cara Allah menegur saya agar kembali ingat kepada-Nya. Kadang - kadang saya merenungi, begitu luar biasa kasih sayang Allah kepada diri saya. Tapi... diri ini sepertinya tidak menyadarinya. Apakah hati saya telah mengeras seperti batu? Sehingga tidak bisa lagi merasakan lembutnya kain sutra?
 
Alhamdulillah, saya masih diperhatikan oleh Allah. Walaupun mungkin perhatian tersebut diimplementasikan oleh-Nya dengan cara yang terkadang tidak sesuai harapan saya. Cara yang sebenarnya membuat saya semakin kuat, bijaksana dan lebih dewasa dalam mengarungi hidup ini jika dilihat dari sisi positif. Nah nikmat yang diberikan oleh Allah juga erat kaitannya dengan cara kita memandangnya. Kita sering menerjemahkan nikmat itu sebagai suatu bentuk anugerah. Padahal tahu kah kita? Bahwa nikmat itu bisa jadi cobaan. Layaknya bumerang, ia bisa menjadi senjata makan tuan jika kita tidak sigap meraihnya dengan baik. Nikmat itu akan menjadi cobaan yang sangat berat. Ketika kita mendapatkan harta yang melimpah, harta tersebut malah kita gunakan untuk hal - hal yang menjauhkan diri kita dari Yang Maha Pemberi nikmat (Na'udzubillahi min dzalik). Ketika kita diberikan paras yang cantik, tetapi kita tidak menjaganya atau malah mengumbarnya untuk menarik perhatian lawan jenis. Astaghfirullah...
 
Sadarlah, begitu mudah bagi Allah untuk mencabut setiap nikmat yang telah Ia berikan kepada kita, saya dan anda. Semudah membalikkan telapak tangan, cepat dan tepat. Lalu bagaimana cara kita menjaga nikmat tersebut? Allah sebenarnya telah memberikan jawaban, "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS 14 : 7). Minimal mengucapkan Alhamdulillah setiap kali kita menadapatkan nikmat adalah salah satu bentuk syukur kepada-Nya. Atau jika nikmat itu berupa harta yang lebih hendaknya kita gunakan untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah. Dan teakhir, marilah kita berdoa : Yaa Robb, jauhkanlah kami dari sifat kufur nikmat... amin.


Akhirnya - Gigi

ku sadari akhirnya kerapuhan imanku
telah membawa jiwa dan ragaku
ke dalam dunia yg tak tentu arah

ku sadari akhirnya Kau tiada duanya
tempat memohon beraneka pinta
tempat berlindung dari segala mara bahaya


oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa selama ini
aku tak menjalankan perintahMu
tak pedulikan namaMu

tenggelam melupakan diriMu

oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa sempatkanlah
aku bertobat hidup di jalanmu
tuk penuhi kewajibanku
sebelum tutup usia kembali padaMu
oh kembali padamu ohhh

 

Jalan Masih Panjang

Oh jalan masih panjang terbentang dihadapan
Tak hanya sekedar dunia
Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu kalbu


Reff :
Jalan hidup takkan pernah lurus
Pasti ada salah lewati segalanya
Tapi Tuhan tak pernah berhenti
Membuka jendela maaf untuk kita
Kemarin malam saya habiskan waktu saya untuk membaca. Bukan membaca buku, tetapi membaca portal berita, web online, dan blog pribadi orang lain. Hanya sebagai sarana aktualisasi diri aja sih ketika menggunakan internet, daripada cuma buka facebook dan twitter doang. Hitung - hitung juga menggunakan internet secara tepat guna dan mendukung program Depkeminfo pimpinan Pak Tifatul Sembiring (@tifsembiring). Dan siapa tau saya dapat manfaat dari hasil membaca tulisan-tulisan yang berserekan di dunia maya.

Hingga akhirnya saya mendarat disebuah blog milik grup nasyid asal Kota Bandung, Edcoustic. Kalau untuk kalangan anak rohis atau mantan anak rohis, nama grup nasyid ini tidak asing lagi ditelinga. Hits - hits mereka seperti Nantikanku di Batas Waktu, Kamisama, Muhasabah Cinta, dan lain - lain tentunya sangat familiar terdengar. Dan akhirnya saya putuskan untuk mendownload salah satu single terbarunya yang dirilis bulan Ramadhan lalu, Jalan Masih Panjang. Setelah selesai dwonload, saya putar hits ini di playlist mp3 player saya, dan subhanallah... lirik dan nadanya sangat mengena sekali di hati saya.

Mari kita renungkan dari tiap bait lirik nasyid ini...

Oh jalan masih panjang terbentang dihadapan
Tak hanya sekedar dunia
Ya jalan yang harus kita lalui masih panjang kawan. Jangan pernah mengira bahwa jalan (baca : hidup) ini pendek. Asumsi seperti ini hanya akan melemahkan dan mengerdilkan diri kita. Masih banyak hal positif yang harus dan bisa kita lakukan untuk meraih cita dan cinta kita. Lalu apakah hanya cita dan cinta dunia saja yang kita kejar?? Tidak kawan. Dunia hanya sementara, akhirat yang abadi. Dunia hanya jadi kebun kita untuk menanam tanaman terbaik yang kelak akan kita nikmati hasilnya di akhirat kelak. "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al Baqarah: 201)

Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu kalbu
Mau bergerak maju, lihatlah kedepan. Karena cita, harapan, dan kesuksesan semuanya ada di depan. Tapi bukannya kita punya masa lalu?? Ada masa lalu yang kelam, ada juga masa lalu yang indah. Semuanya sangat sukar untuk dilupakan. Jadi harus kita apakan masa lalu kita?? Berdamailah dengan masa lalu, kemuadian jadikan semuanya pemicu kalbu (baca : diri) untuk terus bergerak meraih apa yang kita inginkan. Masa lalu itu bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijadikan teman untuk mengarungi masa depan agar lebih baik.

Jalan hidup takkan pernah lurus
Pasti ada salah lewati segalanya
Betul sekali, saya pun juga pernah "salah arah" dalam hidup ini. Kita jangan munafik, setiap - setiap dari diri kita pasti pernah berada di jalan yang seharusnya tidak kita lalui dalam hidup ini. Sekaliber ustadz kondang pun, dulunya ternyata pengguna narkoba. Kawan, jangan bersedih karena kita pernah salah jalan dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Justru kita seharusnya bersyukur, karena Allah (pernah) menunjukkan sisi lain yang ada di dunia. Sehingga kita menjadi tahu dan mengerti, mana rute yang harus kita lalui.

Tapi Tuhan tak pernah berhenti
Membuka jendela maaf untuk kita
Inilah lirik yang paling mengena menurut saya. Sangat dalam, sangat menyentuh hati. Bahkan jika lebih kita jiwai lagi lirik ini, menunjukkan bahwa Allah itu Maha Pemaaf atas segala kesalahan - kesalahan hamba-Nya (kecuali sirik). Ketika kita mendekat kepada-Nya, Dia lebih dekat lagi dari diri kita. Ketika kita menjauh dari-Nya, Dia tetap dekat dengan diri kita. Betapa sayangnya Ia kepada kita. Kawan, Allah saja Maha Memaafkan hamba-Nya. Lalu bagaimana diri kita sebagai manusia?? Mengapa kita masih susah untuk memaafkan kesalahan orang lain kepada diri ini?? Betapa sombongnya kita, betapa angkuhnya kita yang tidak mau memaafkan kekhilafan orang lain, padahal sama - sama tercipta dari tanah.

Alhamdulillah... Setelah mendalami lirik dari nasyid ini, saya pribadi merasa begitu bersalah namun sangat bersemangat. Ya bersalah karena telah banyak menyia - nyiakan nikmat dari-Nya, banyak sekali. Namun seperti lirik di bait terakhir nasyid diatas, Allah akan memaafkan kesalahan kita jika kita mau mengakuinya dan bersungguh - sungguh untuk tidak mengulanginya. Kemudian saya juga sangat bersemangat. Bersemangat menatap hari esok, masa depan. Tidak ada lagi ketakuan dalam diri saya terhadap masa depan. Keyakinan yang dibarengi dengan ikhtiar dan tawakkal akan memudahkan setiap langkah kita untuk menapaki kerasnya hidup ini. Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat dan inspirasi bagi setiap yang membacanya...

Orang Ikhlas Itu Keren

Orang ikhlas itu keren. Dicaci atau dipuji, rasa hatinya tetap dalam kontrol. Ketika ada orang yang menghinanya, maka si penghina seperti sedang menghina udara yang diliputi bukit-bukit gunung, sesuatu yang tak tampak tapi memesona, sehingga kehinaan itu kembali pada si penghina. Seperti Gema.

Orang yang ikhlas itu keren. Ketika ia menyukai kekayaan, maka kekayaan pun berbondong-bondong menghampirinya. Tapi si ikhlas tidak kemaruk, ia pilih kekayaan yang halal dan bermanfaat saja bagi dirinya dan semesta. Sehingga justru, bukan si ikhlas yang sibuk mengejar kekayaan, tapi para kekayaanlah yang unjuk gigi di hadapannya. "Pilih aku saja!" begitu pinta beberapa kekayaan yang berburu sentuhan si ikhlas.

Orang yang ikhlas itu keren. Ketika ia menyukai seseorang maka yang disukainya merasa termagnetisasi dan ingin mendekatinya. Yang disukainya merasa aman jika berdekat-dekatan dengan orang yang ikhlas. Sulit menolak cinta orang yang ikhlas.

Orang yang ikhlas itu keren. Dadanya lapang. Nafasnya penuh kemaafan. Langkahnya ringan dan terarah. Ia tidak merasa bingung dengan dirinya, sebab ia hanya merasa menjalani hidup yang sudah diaturNya. Dia bergerak bukan karena keinginannya, tapi ia bergerak karena Tuhan menggerakkannya. Jadi, gerakannya nyaris sulit bernuansa kesia-siaan apalagi bermaksiat.

Mengapa demikian, karena ikhlas itu itu kosong (bersih) dan berada di bawah (tawadhu). Sedangkan energi pun air menglir ke tempat yang kosong dan rendah. Sehingga berbondong-bondonglah energi kehidupan menghampirinya, sehingga saking banyaknya, ia pun terus berbagi ke semesta. Dan jika pun ada energi negatif yang turut hadir, maka otomatis terpental darinya, sebab wadah hati yang kosong dan rendah itu sudah disaring oleh istighfar yang penuh dengan kemaafan.

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang ikhlas, dan berikanlah kami tanda-tandanya, dan jauhkanlah kami dari kemusyrikan, kesombongan, dan kemunafikan. Wallahu'alam...
 

Siapa Sesungguhnya Akhwat Sejati?

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?"

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.

Anakku...
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya. Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu. Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
"Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya.

Ketahuilah putriku...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya. Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah...
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Pelajarilah mereka!" Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rasulullah".

Sumber: Kota Santri

Ah Yang Penting kan Hatinya..!

Banyak syubhat (alasan atau keraguan) di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang 'ngetrend' dan biasa kita dengar adalah " Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka 'ngerumpi' berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.

Syubhat lainnya lagi adalah " Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ??

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta'ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan "tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak zahir) dalam diri orang itu.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.  Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan "alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu "ala llah' artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.

Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta'ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka.Apa yang ingin anda katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

"Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian "(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya. Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita. Wallahu'alam bish-shawwab.

Sumber: pernikmuslim

Janganlah Kamu Bersedih


Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.

Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.

Bersedih Itu Manusiawi
Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

Bersedih Tidak Diajarkan
Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.
Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)
Rasulullah saw pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud)

Lalu, bagaimana supaya kita tidak bersedih?
Jika kita melihat ayat dan hadits yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.
Pertama: dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyadari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sadar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesadaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)
Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu bidzikrillah, dengan berdzikir mengangat Allah.
Saat saya mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang sering saya gunakan untuk berdzikir.
  1. Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
  2. La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
  3. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
  4. Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat baik lainnya yang bisa Anda ucapkan
Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sirna setelah berdzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja dzikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.


Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo’a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih membutuhkan pertolongan Allah. Maka berdo’alah.
Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. Saya bisa menulis buku tebal jika mau membahas semuanya. Namun, dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larut. Karena hidup dan perjuangan harus berjalan terus.

Janganlah kamu bersedih. :)

Syair Sholat 5 Waktu

Bila Subuh utuh, pagi tumbuh,
hati menjadi teduh,
diri tak angkuh,
keluarga tak keruh,
damai berlabuh..

Bila
Dhuhur teratur,
diri jadi jujur,
hati tidak kufur,
slalu bersyukur,
amal ibadah tak luntur,
keluarga akur InsyaAllah jadi makmur..

Bila
Ashar kelar,
jiwa sabar,
raga tegar,
senyum menyebar,
maka rezeki lancar..

Bila
Maghrib tertib,
ngaji jadi wajib,
wirid jadi karib,
jauh dari aib,
syafaat tidak raib..

Bila
Isya terjaga,
malam bercahaya,
gelap tidak terasa,
InsyaAllah hidup damai sejahtera..

amiin yaa Robbal 'alamiin...


sumber : kaskus.us

Musibah itu......Nikmat

Allah Swt. berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Ruum [30]: 41).


Sungguh ajaib. Allah menimpakan musibah kepada manusia, namun ternyata musibah itu berbuah kebaikan. Tidakkah engkau lihat, banyak manusia yang ditimpa musibah, kemudian membuatnya semakin dekat kepada Allah. Ia meratap, menangis, dan memohon kepada Allah agar diselamatkan dan ditolong dari musibah itu, padahal sebelumnya belum pernah melakukannya. Seolah musibah itu “menyeretnya” kepada Allah. Musibah telah merubah besi berkarat menjadi emas murni. Musibah telah merubah orang jahat menjadi baik dan si durhaka menjadi taat.

Duhai sahabatku, jika Allah memberi musibah kepadamu, bukan berarti Dia benci kepadamu. Justru Dia telah menunjukkan kasih sayang-Nya kepadamu. Dia mengingatkanmu untuk segera kembali, memohon kepada-Nya, banyak mengingat-Nya, dan beristighfar atas segala kesalahan yang pernah engkau lakukan. Siapakah orang yang tidak ingin diingatkan apabila didepannya ada jurang yang menganga? Siapakah orang yang tidak ingin ditegur apabila yang dilakukannya itu salah?

Demikianlah cara Allah mengingatkan kita. Dengannya, kita pun kembali kepada-Nya. Dan Allah sangat senang dengan orang yang “kembali” melebihi seseorang yang menemukan kembali ontanya yang telah hilang di padang pasir.
 
(sebuah nasihat dari kawan tercinta)

Bintang di Langit Atau Mutiara Di Dasar Laut?


Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.  
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.
Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.
 
Isteri yang sholihah itu adalah yang qana'ah, senangnya berada di rumah.  
Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersama suaminya.  
Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,  
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.

Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah, tapi yang sholihah,
dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,  
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.

Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,  
karena yang cantik seperti bintang di langit.  
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.

Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,  
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.

Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,  
menjaga diri dan tak mudah digoda.

Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.  
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.




"Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

  • Ummu Salamah berkata lagi, "Jelaskan ya Rasulullah tentang firmanNya: (bidadari itu) laksana mutiara yang tersimpan baik?" (Al Waqi'ah: 23). Beliau menjawab, "Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia."
(HR. Thabrani, shahih, silisilah ahadits ash shahiihah)

Sepuluh Langkah Menyambut Ramadhan

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

20 Nasihat Untuk Membahagiakan Istri (dalam sudut pandang Islam)

Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Nah kalo postingan dibawah adalah nasihat untuk istri, maka sekarang 20 nasihat untuk suami.


20 Nasihat Untuk Membahagiakan Suami (dalam sudut pandang Islam)

Hmmm... Agak berani dikit nih pasang postingan khusus sebagai penutup bulan juli. 20 nasihat untuk membahagiakan suami, ya begitula judulnya. Postingan ini saia tujukan kepada anda - anda yang telah berumah tangga, terikat dalam suatu janji suci yaitu pernikahan. Berikut masih dalam buku yang sama, "Nasihat Indah Untuk Suami Istri", karya Syekh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para istri memikat suami mereka. Semoga bermanfaat!


1.Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah disaat suami Anda masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.

2.Bagaimana caranya agar suami Anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus Anda selalu usahakan untuk suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.

3.Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat Anda.

4.Pahami kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap Anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzolim (penindasan).

5.Lembutkanlah suara Anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara Anda tidak meninggi pada saat dia bersama Anda.

6.Pastikan Anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati Anda.

7.Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.

8.Berdirilah dekat suami Anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.

9.Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh Anda sendiri.

10.Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami Anda, untuk menjadikan pernikahan Anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu Anda.

11.Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af kepada Anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan Anda) kecuali kalau suami Anda secara sadar mengakuinya.

12.Rawatlah penampilan dan pakaian suami Anda, biarpun kelihatannya suami Anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.

13.Hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami Anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan, sekali-kali Anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat yang tepat.

14.Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda, janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.

15.Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik Anda, banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut, atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada Anda.

16.Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.

17.Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.

18.Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.

19.Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan Anda, sebagai tanda dan ungkapan kasih Anda menyambut suami tercinta.

20.Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan Anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai Anda merasa enggan dan lamban.

(http://arrahmah.com)

Awan ber-lafazd ALLAH Saat Kampanye JK - Win



Subhanallah... Saia anggap ini semua adalah kebesaran Allah dan tentunya ada hikmah dibalik ini semua. Laa Illaha Ilallah...

Ikhlas

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.


Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji : Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik.

Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya : "Ibu,bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... " Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa.Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...

"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?"

Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya."Terimakasih..., Ibu"
Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya.Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang ngga sama Ayah ?" "Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."
"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku juga"
"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi, "Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu."
"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.. "
Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam.
Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya,mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya...
"Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?"

Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya " Kalau Ayah mau... ambillah kalung Anisa"

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih... sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa...
"Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"

Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T.. Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan...

Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.

(http://www.facebook.com/profile.php?id=731518457#/profile.php?id=731518457&v=app_2347471856&viewas=549359221)

Mengapa Why Tetapi But??

Mengapa seseorang Yahudi diperbolehkan menyimpan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya…??

…tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan Terorist?


Mengapa seseorang rahib boleh berkerudung keseluruhan tubuhnya karena memperhambakan diri kepada Tuhannya…??

…tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan?



Mengapa bila wanita barat menjadi ibu rumah tangga, dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya…??

…tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, “ dia mesti dibebaskan! “


Mengapa anak - anak gadis yang sekuler dibiarkan berpakaian mengikut kesukaannya karena punyai hak dan kebebasan…??

…tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya ke sekolah?


Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan mempunyai bakat…??

…tetapi bila seseorang kanak-kanak tertarik kepada Islam, dia dikatakan tak berguna?


Mengapa bila seseorang Kristian atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan…??

tetapi baru saja seseorang Muslim didakwa melakukan pembunuhan, maka nama Islam turut diadili!


Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi…??

…tetapi bila seseorang warga Palestina melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumahtangga dan masjidnya, dia dikenali sebagai seorang pengacau?


Mengapa bila seseorang non muslim mengendarai mobil mewah dengan sedikit ugal-ugalan, terkadang tidak pernah dipertikaikan…??

…tetapi bila seseorang Muslim melakukan kesalahan, maka orang berkata itu karena agamanya Islam!


Mengapa kita terlalu percaya kepada surat kabar…??

…tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim?

(http://humairamarby.wordpress.com/)

Ikan Bertuliskan Laa Illaha Ilallah di Tuban

TUBAN - Seekor ikan hias yang memiliki tulisan kalimat tauhid La Ilaaha Illallah ditemukan di Tuban, Jawa Timur. Ikan itu merupakan peliharaan seorang ustad di Pondok Pesantren Langitan.


Tulisan La Ilaaha Illallah yang berarti tiada tuhan selain Allah terlihat muncul di bagian punggung ikan berjenis sepat itu. Ikan tersebut didapatkan ustad Miftahul Munir dari seorang pedagang di pasar ikan Lamongan tiga pekan silam. Namun, keistimewaan ikan itu baru diketahui beberapa waktu lalu.

Dilihat sekilas, ikan tersebut memang tampak seperti ikan pada umumnya. Namun, jika didekati, di punggung kanan dan kiri ikan terdapat guratan yang menyerupai tulisan La Ilaaha Illallah. Bahkan, kini foto ikan hias aneh itu sudah di pasang di website Ponpes Langitan. Ikan itu, kini menghiasi aquarium milik di kompleks Ponpes.

Penemuan ikan aneh itu bermula dari perjalanan ustad Munir ke Kota Lamongan. Saat hendak kembali ke Tuban, dia teringat akan niatnya membeli ikan hias. Akhinya dia pun mampir ke pasar ikan hias.

Saat membeli ikan, ustad Munir tidak mengetahui jika ada tulisan lafaz tauhid di tubu ikan yang dibelinya. Ia pun membeli dua ikan hias dengan harga Rp2.500 per ekor. Sesampainya di kompleks Ponpes Langitan, dua ikan hias itu lantas di masukkan ke dalam aquarium kecil di ruang tengah rumahnya.

Ia baru kaget setelah sekira seminggu kemudian, seorang temannya berkunjung ke rumahnya dan menunjukkan keanehan salah satu ikan hias tersebut. Kabar ikan aneh itu pun menyebar kepada santri dan warga di sekitar kompleks ponpes. Bahkan, untuk menunjukkan keanehan kepada khalayak umum, pengelola website resmi Ponpes Langitan menampilkan gambar ikan tersebut.

"Awalnya, saya tidak tahu. Tapi ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah," kata ustadz Munir di Tuban, Jawa Timur, Rabu (11/2/2009).

Ustad Munir berpesan keajaiban ini seyogyanya bisa mempertebal keimanan seseorang. Sebaliknya keanehan ini jangan dinilai sebagai suatu yang janggal. "Tapi lebih baik diambil hikmahnya, bahwa kebesaran Allah terlihat di mana-mana, subhanallah," katanya.

(http://okezone.com/)

Jack Ellis, Walikota AS Masuk Islam

Ketika Jack Ellis menyatakan masuk Islam pada bulan Desember 2007, pemberitaannya menghiasi berbagai media massa AS dan sejumlah media massa internasional. Tak heran jika keputusannya masuk Islam menjadi buah bibir, karena pada saat itu Ellis masih menjabat sebagai walikota Macon, negara bagian Georgia, AS.

Ellis yang semula menganut agama Kristen, hijrah menjadi seorang Muslim setelah bertahun-tahun mempelajari al-Quran. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dalam sebuah upacara kecil di Senegal, Afrika Barat. Setelah masuk Islam, Ellis mengurus status hukum perubahan namanya dari Jack Ellis menjadi Hakim Mansour Ellis. Ia tetap menggunakan nama keluarganya atas permintaan kedua puterinya.


Ellis pertama kali terpilih sebagai walikota Macon pada 14 Desemberr 1999 sampai tahun 2003. Ia kemudian terpilih kembali menjadi walikota Macon dan menjabat sampai bulan Desember tahun 2007. Ellis adalah warga kulit hitam pertama yang terpilih sebagai walikota Macon sepanjang 176 tahun sejarah kota itu.

"Saya kembali ke akar saya setelah bertahun-tahun melakukan perenungan," kata Ellis saat ditanya mengapa ia memilih pindah ke agama Islam.

Ia melanjutkan, "Mengapa seseorang menganut Kristen? Anda melakukannya karena Anda merasa melakukan hal yang benar ... Buat saya, hal itu bukan persoalan besar. Tapi orang banyak ingin tahu apa yang Anda yakini."

Ellis mengatakan, ia mempelajari al-Quran selama bertahun-tahun dan ia merasa menemukan tujuan hidupnya dalam Islam saat ia berkunjung ke Senegal, Afrika Barat. Menurut Ellis, nenek-nenek moyangnya sudah memeluk agama Islam sebelum mereka dibawa ke Amerika Utara sebagai budak.

Setelah menjadi seorang Muslim, ayah dari lima anak itu mulai membiasakan diri untuk menunaikan salat lima waktu dan secara rutin berkunjung ke Islamic Center di Bloomfield Road. Ellis mengaku bangga dengan kebebasan beragama di AS.

"Kami meyakini Rasulullah Muhammad saw sebagai Nabi terakhir, seperti kami meyakini Musa sebagai seorang Nabi," ujar Ellis.

Hakim Mansour Ellis lahir tanggal 6 Januari 1946 di Macon. Ia mengantongi gelar sarjana di bidang seni dari St. Leo College di Florida. Ellis pernah bertugas di dinas kemiliteran AS selama dua tahun dan ikut dikirim ke Perang Vietnam dalam Divisi ke-101 Angkatan Udara AS dengan pangkat Sersan. Atas jasa-jasanya di kemiliteran, Ellis mendapatkan sejumlah penghargaan antara lain tiga penghargaan Bronze Star dan penghargaan Purple Heart.

Ellis mengaku merasa jiwanya merasa tentram dan damai setelah masuk Islam. Ellis juga merasa tidak perlu menyembunyikan keislamannya dari publik yang telah memilihnya sebagai walikota Macon, walaupun keputusan memeluk Islam adalah keputusan yang sangat pribadi sifatnya,

"Ini adalah keputusan yang sangat personal, tapi saya juga memahami bahwa saya seorang publik figur. Sebagai walikota, saya pikir masyarakat berhak tahu apa yang saya yakin, dan sebagai orang yang beriman dan iman yang yakini sekarang adalan Islam," jelas Ellis.

Selama menjabat sebagai walikota Macon, Ellis dikenal sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan kota itu. Ia menggunakan bantuan dari negara bagian dan Federal untuk membantu latihan kerja bagi anak-anak muda, membuat program pengarahan, penyuluhan, program usai sekolah dan program untuk mengurangi jumlah kriminalitas di kota itu.

"Saya tetap berbagi dengan keluarga besar saya, komunitas Macon yang mendukung saya ketika saya masih menjadi seorang Kristiani dan masih mempercayai saya hingga kini. Saya masih orang yang sama meski saya mengganti nama saya," tukas Ellis.

Cinta itu Fitrah


Cinta atau rasa suka seorang cowok ke cewek and cinta cewek ke cowok itu adalah perasaan yang manusiawilah... because itu fitrah dari Allah kepada setiap manusia, yaitu kecenderungan tertarik kepada lawan jenisnya ketika telah sampe kematangan dan kedewasaan fisik serta pikiran. Ga percaya ?? Let’s see The Holy Qur’an....

“Dan diantara tanda – tanda kekuasaan-Nya adalah dia menciptakan untukmu istri - istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar – benar terdapt tanda –tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum : 21)

And then, cinta itu basic-nya adalah bukanlah hal yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bangkainya. Ada bingkai yang suci dan halal lalu ada juga bingkai yang kotor dan haram. Ngerti ga?? Bingkai ini maksudnya adalah bagaimana kita mengemas cinta itu sendiri. Apakah cinta itu kita kemas dengan saling menjaga perasaan dan nafsu atau malah melakukan hal – hal yang negatif kepada orang yang kita sukai??

Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehidupan dikala suka dan duka, lapang dan sempit seandainya nanti kelak kita menikah (wow... ngomongnya udah sampe pernikahan nih). Lalu cinta itu ternyata bukan hanya sebuah ketertarikan secara fisik aja lho... karena ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta, bukan puncaknya. Memang fitrah manusia adalah menyukai keindahan apapun. Namun cinta yang hanya didasari kesukaan fisik semata mempunyai arti bahwa pondasi cinta kita sangatlah rapuh. Karena disamping keindahan fisik dan rupa, harus juga disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Nah persepsi inilah yang harus kita luruskan. Jangan selalu menjadikan keindahan fisik seseorang sebagai patokan kita untuk memilih pasangan yang akan kita nikahi. Cakep tapi bodoh dan lemot kan parah juga...bener ga?? Apalagi kalo ga bisa ngaji... aduuh... hari ini koq masih ada aja orang ga bisa ngaji. Carilah pasangan yang berkepribadian baiklah (mobil pribadi, rumah pribadi, he3x... bercanda). Maksudnya carilah calon pasangan yang akan kamu nikahi itu punya kedewasaan secara berpikir maupun sifatnya. Walaupun kita juga harus sadar bahwa ga ada manusia yang sempurna, betul tidak?? Sekalianlah kita juga kudu sadar diri. Yah carilah pasangan yang secara fisik maupun kepribadian yang kurang lebih dengan kita. Supaya ntar kalo udah nikah terlihat ga timpang sebelah. Kan repot tuh ntar seperti The Beauty and The Beast (hi3x....). So pilihlah pasangan yang serasi dengan kita. Nah kalo udah dapat, buruan nikah yapz!! :-)