Assalamu'alaykum wr wb
ba'da tahmid wa taslim...
zaman semakin menuntut profesionalitas kita untuk mendesain arah IKADZA menjadi lebih konkrit dan tepat. selama matahari bersinar, selama kita terus berjuang, selama kita bersatu padu, jayalah IKADZA. Janganlah ragu melangkah maju membangun smanza, FKPM, IKADZA, Balikpapan Madinatul Iman, dan Indonesia. Mengundang seluruh alumni FKPM ikhwan akwat fillah dari seluruh belahan dunia untuk menghadiri :
1. SILATURAHIM pra MUNAS I IKADZA
hari, tanggal : sabtu, 27 september 2008
waktu : pkl 13.30 wita - ifthor jama'i (insya Allah)
tempat : Al Markaz Mushola Baitul Ilmi Smanza
2. MUNAS I IKADZA : "Menuju IKADZA yang lebih profesional untuk membangun Balikpapan Madinatul Iman"
hari, tanggal : senin, 29 september 2008
waktu : pkl 08.00wita - ifthor jama'i
tempat : Auditorium SMANZA Balikpapan
Jadikan ini sebagai momentum untuk IKADZA melakukan rekonstruksi visi misi dan arah gerakan. serta siap mencetak 'batu bata' yang kuat dan berkualitas dalam mengisi pembangunan Balikpapan Madinatul Iman. Ingat... Harapan itu masih ada... berjuanglah ikhwah fillah. Allahu Akbar !!!
Alhamdulillahi Robbil 'alamin...
Wassalamu'alaykum wr wb
CP : Indrahman (IKADZA'05) = 081227012170
Ryan Alfian (IKADZA '06) = 085652058060
Ade Fahrizal (IKADZA '07) = 081520350034
Prihanto (IKADZA '08) = 081350024005
(Sebarkan undangan bahagia ini)
Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan
Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah & Nasa’i)
Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.
1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan
Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.
Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo & malas dan tidak berlindung di balik kata “Aku sedang puasa”.
2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu
Ini penyakit yang --diakui atau tidak-- menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat “Muslim” dari dirinya.
3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahur
Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat “balas dendam” atas segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya, tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa kemarin sore.
4. Berpuasa tapi juga melakukan ma’siat
Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari.
Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang.
Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb.
“Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta, ghibah, namimah dll.) dan perbuatan dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya (pahala puasanya tertolak).
5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka sehingga melupakan shalat maghrib
6. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihan
Barangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah hadits Rasul yang berbunyi “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat berpuasa Ramadhan.
Lebih tepat bila hadits diatas difahami dengan; Aktifitas tidur ditengah puasa yang berpahala ibadah adalah bila ;
Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara khusyu’ dsb.
Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail (menghidupkan saat malam hari dengan ibadah)
Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang –bila tidak tidur- dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah (menggunjing), menonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb.
Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk (wangi) disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)
7. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halangan
Benar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila dikaji secara lebih seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan minus shalat tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah di bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.
8. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjama’ah tanpa udzur/halangan ( terutama untuk laki-laki muslim )
Hukum shalat fardhu secara berjama’ah di masjid di kalangan para fuqaha’ adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu ‘ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan bahwa beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat berjama’ah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang dalam atas kengganan umatnya pergi ke masjid.
9. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan
Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya.
10. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa
Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya dibanding memikirkan apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Ta’aala atau tidak Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 14, 15 dan 16 adalah orang-orang yang tertipu oleh “fatamorgana Ramadhan”, betapa tidak ? Pada hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan keluarganya dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan diri, justru membongkar jati diri mereka yang sebenarnya, pribadi-pribadi “produk Ramadhan” yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang mereka mampu beli. Tak terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga sentilan yang menyatakan bahwa orang Islam tidak konsisten dengan agamanya, karena di bulan Ramadhan yang seharusnya bersemangat menahan diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat konsumerisme dan cenderung boros, dapat menggugah kita dari “fatamorgana Ramadhan”.
Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul, insya Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, wallaahu a’lam bis shawaab. (swaramuslim.com)
Finalisasi Konsep dan Teknis
MUNAS I IKADZA
Alhamdulillah...
IKADZA, suatu wadah berkumpulnya alumni – alumni FKPM dari angkatan pertama hingga terakhir. Tempatnya bersatunya orang – orang yang, insya Allah, sholeh dan mempunyai misi membawa suatu perubahan untuk peradaban manusia kearah yang lebih baik. IKADZA yang sudah berdiri sekian tahun ini masih perlu dipertanyakan eksistensi serta progres kerjanya. Untuk itulah kader IKADZA yang peduli akan keadaan ini berniat menyelamatkan IKADZA. Dengan mengusung MUNAS diharapkan penyempurnaan di dalam tubuh IKADZA segera terwujud.
All about Munas...
Ø Tema : “Menuju Ikadza yang Lebih Baik dan Profesional”
Ø Konsep : Musyarokah untuk mufakat. Munas lebih diarahkan ke arah kebersamaan dan kekeluargaan untuk mencapai kesepakatan.
Ø Tujuan : 1. Pembentukan pengurus definitif
2. Pembahasan bentuk IKADZA
3. Penguatan jaringan di setiap wilayah
Ø Waktu : 29 September 2008, pkl 08.30 wita
Ø Tempat : Auditorium SMAN 1 Balikpapan
Ø Penanggung Jawab : Ade Fahrizal (TI Unpad ’07)
Let’s we talk...
1. Pembentukan Pengurus Definitif
Berikut adalah posisi - posisi dalam struktur inti IKADZA :
· Presiden
· Bendahara
· Sekretaris Jendral
Berikut adalah posisi – posisi dalam struktur Puskomnas IKADZA :
· Divisi Pengembangan Sumber daya Anggota (PSDA)
o KaSubDiv Penjagaan Tarbiyah (PT)
o KaSubDiv Kajian Strategis (KS)
· Divisi Pusat Data Informasi (Pusdai)
o KaSubDiv IT Center (ITC)
o Kasubdiv Database Center (DC)
· Divisi Hubungan Masyarakat (Humas)
o KaSubDiv Humas Eksternal (HE)
o KaSubdiv Humas Internal (HI)
· Divisi Dana Usaha
Berikut adalah posisi – posisi dalam struktur kepengurusan IKADZA disetiap kota :
· Penanggung Jawab Kota
o Penanggung Jawab Universitas
1.1 Penjelasan Divisi
- Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA)
ü Penjagaan Tarbiyah : Sub divisi ini mempunyai amanah untuk mengontrol kualitas dan kuantitas tarbiyah kader IKADZA dimasing – masing universitas. Serta mengurus transfer tarbiyah dari alumni FKPM yang baru lulus dan melanjutkan kuliah di satu kota tertentu.
ü Kajian Strategis : Sub divisi yang memfokuskan perencanaan kerja strategis IKADZA ke depan.
- Pusat Data Informasi (PUSDAI)
ü IT Center : Sub divisi yang menjadi admin milist IKADZA. Lalu juga mem-posting kabar – kabar update dari HUMAS yang perlu diberi tahu kepada anggota IKADZA yang lain.
ü Database Center : Sub divisi yang mengurus database nasional dan daerah.
- Hubungan Masyarakat (HUMAS eksternal & internal)
ü Eksternal : Sub divisi yang memonitoring keadaan FKPM, Smansa, dan kota Balikpapan. ditujukan agar anggota IKADZA yang berada diluar Balikpapan dapat mengetahui keadaan disana.
ü Internal : Sub divisi yang menjarkom kegiatan kampus dimasing – masing kota. Kegiatan – kegiatan yang sekiranya bermanfaat bagi anggota IKADZA yang lain
- Dana Usaha (DANUS) : divisi yang menjadi wadah ide – ide kreatif dari anggota IKADZA yang lalu bisa dijual dan menghasilkan pemasukan. Diharapkan divisi ini dapat menjadi corong pendapatan kas IKADZA
Walau Habis Terang | ||||||
| Ost. Dia Bukan Cinderella | ||||||
Peterpan | ||||||
| ||||||
(from Ustadz Bheri)
Assalamu’alaikum - Saudara Muslim ytc.
Sebagai info, bahwa telah terjadi pada hari Jumat, 1 Agustus 2008. gerhana matahari total ini pertama dalam 2,5 tahun terakhir. Bayangan umbra bulan akan melintas mulai dari Kanada dan terus menuju Greenland bagian Utara, Arktik, Rusia bagian tengah, Mongolia, dan berakhir pada saat matahari terbenam di China. Gerhana matahari total ini sebagian dapat terlihat pada lintasan yang lebih lebar dari bayangan penumbra bulan, yang meliputi Amerika Utara, serta sebagian besar wilayah Eropa dan Asia. Gerhana akan dimulai pada pukul 09:23 UT (16:23 WIB), puncak gerhana terjadi pada 10:21:07 UT (17:21:07 WIB), selama 2 menit 27 detik.
Setelah gerhana matahari pada bulan yang sama (Agustus 200 akan terjadi gerhana yang kedua yaitu Gerhana Bulan pada tanggal 17 Agustus 2008 di wilayah kita (Indonesia), hasil hisab haqiqi kota Surabaya misalnya; pada koordinat meridian 112°45′BT, dan 7° 15′ LS memastikan terjadi gerhana bulan
sebagian pada hari Ahad Pahing dini hari, tanggal 17 Agustus 2008 M atau 16 Sya’ban 1428 H.
Apabila terjadi gerhana, baik gerhana bulan, atau gerhana matahari, maka diperintahkan sholat berjamaah dua roka’at. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya melaksanakan shalat gerhana.
Wassalamu’alaikum